Bagaimana AI Generate Deepfake Dapat Dikenali

Deepfake merupakan teknologi manipulasi video yang menggunakan kecerdasan buatan yang beberapa tahun terakhir sedang menjadi sorotan. Dengan kemampuannya untuk membuat video palsu yang terlihat sangat meyakinkan, AI generate deepfake bisa saja tak jarang digunakan untuk tindak kejahatan seperti penipuan, pemalsuan informasi, dan kejahatan lain. Namun, walaupun video hasil AI generate deepfake terlihat realistis, tetap saja akan dapat terlihat perbedaannya dengan video yang diambil dengan kamera. Ada beberapa cara untuk mengenali video deepfake.

Pertama, tidak adanya konsistensi pada wajah dan tubuh. Salah satu tanda utama dari video deepfake adalah ketidaksesuaian antara wajah yang diganti dan gerakan tubuh. Perhatikan apakah ada ketidakcocokan dalam pergerakan mata, bibir, atau ekspresi wajah secara keseluruhan.

Selanjutnya adalah suara atau audio yang tidak konsisten. Pembuatan AI generate deepfake biasanya menghabiskan lebih fokus pada gambar video daripada audio. Deepfake memiliki sinkronisasi suara yang buruk. Misalnya suara yang terdengar seperti robot, pengucapan kata yang aneh, kebisingan latar belakang digital, atau bahkan tidak adanya audio.

Cara berikutnya untuk mengenali video deepfake adalah pertimbangkan sumber dan konteks video. Tinjau kredibilitas sumber video dan konteks di mana video tersebut muncul. Jika video tersebut berasal dari sumber yang tidak dikenal atau konteksnya tidak sesuai dengan situasi yang diharapkan, itu bisa menjadi tanda bahwa video tersebut adalah deepfake.

Video dari hasil AI generate deepfake juga dapat dikenali melalui gambar yang terlihat tidak alami saat diperlambat. Jika menonton video di layar yang lebih besar dari ponsel atau memiliki perangkat lunak pengeditan video yang dapat memperlambat pemutaran video, maka kita bisa memperbesar dan memeriksa gambar lebih dekat. Memperbesar bibir, misalnya, akan membantu mendeteksi sinkronisasi bibir. 

Video deepfake memang terlihat sangat nyata dan bisa menipu banyak orang. Namun, kita sebaiknya cermat memperhatikan video yang ditonton supaya dapat mengenali video tersebut deepfake atau bukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *