Cek Fakta Seputar Asam Urat, Betulkah Hanya Terjadi Pada Pria?

Asam urat merupakan sisa dari metabolisme zat purin, zat pada makanan yang berasal dari makhluk hidup, yang yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Dilansir dari laman kemkes.go.id, normalnya, asam urat akan dikeluarkan melalui kotoran atau urine.

Tetapi, apabila ginjal seseorang itu bermasalah, maka asam urat tidak dapat keluar dengan normal hingga akhirnya menumpuk di dalam tubuh, khususnya di persendian. Karena itu, orang dengan asam urat biasanya kesulitan ketika berjalan.

Banyak masyarakat yang masih salah kaprah tentang asam urat. Dilansir dari akun instagram dr Sandra Langow SpPD-KR, Internis Konsultan Reumatologi (Rheumatologist) dari Siloam Hospital Lippo Village di @sandrasinthya, berikut mitos dan fakta seputar asam urat:

Penyakit rematik identik dengan penyakit asam urat?Penyakit rematik adalah penyakit radang sendi yang disebabkan oleh beberapa sebab seperti degeneratif, autoimun, atau inflamasi non autoimun. Sedangkan pada asam urat, radang sendi disebabkan karena penumpukan kristal asam urat di dalam sendi akibat asam urat yang berlebihan di dalam tubuh.

Sehingga, tidak semua radang sendi adalah penyakit asam urat dan harus dicari terlebih dahulu penyebab lainnya.

Penyakit asam urat hanya terjadi pada laki-laki?Laki-laki memang berisiko 10x lebih tinggi terkena penyakit asam urat. Hal ini disebabkan karena wanita yang belum menopause memiliki hormon estrogen yang dapat meningkatkan pembuangan asam urat di ginjal.

Tetapi, wanita yang sudah menopause juga memiliki risiko penyakit asam urat yang sama dengan laki-laki. Sehingga, baik laki-laki maupun perempuan memiliki risiko yang sama terkena penyakit asam urat.

Penyakit asam urat hanya menyerang sendi?Nyeri sendi memang gejala utama dari asam urat. Tetapi, penyakit asam urat memiliki efek lain selain menyerang sendi. Asam urat yang menahun bahkan bisa menyebabkan gangguan pada ginjal dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler seperti jantung dan stroke.

Asam urat yang tinggi tidak berbahaya karena hanya menyebabkan nyeri saja?

Faktanya, penyakit asam urat yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan kerusakan sendi dan organ tubuh lain. Asam urat yang sudah parah misalnya, dapat menyebabkan kelainan bentuk sendi yang disertai dengan gangguan fungsi sendi.

Selain itu, asam urat yang tinggi juga dapat membentuk tophus, yaitu timbunan kristal asam urat di sekitar sendi. Ukuran tophus bisa sangat besar sehingga mengganggu fungsi sendi dan sering menimbulkan infeksi yang berulang.

Itulah fakta seputar asam urat. Penyakit apapun memang sebaiknya diobati dengan layak. Dalam konteks asam urat, Anda dapat menjaga kadar asam urat dibawah 6 mg/dl secara berkelanjutan. Selain itu, Anda juga dapat mengatur gaya hidup sehat dan pola makan rendah purin.

NAUFAL RIDHWAN ALY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.