Sidak Klinik Kecantikan, BPOM: Sebanyak 33 Persen Tak Memenuhi Ketentuan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) lakukan pengawasan klinik kecantikan. Hasilnya, ditemukan sebanyak 33 persen atau sepertiga klinik yang diperiksa BPOM tidak memenuhi ketentuan. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pengawasan Kosmetik BPOM, Irwan, S.Si, Apt, M.K.M. pada acara Kick Off Kampanye Nasional “Waspada Skincare Beretiket Biru yang Tidak Sesuai Ketentuan.

"Jadi dapat disampaikan secara umum. Temuan atau tidak memenuhi ketentuannya, sarana distribusi klinik kecantikan untuk kosmetik mencapai 33 persennya, hampir sepertiganya," ungkapnya di Jakarta, Senin (6/5/2024). Irwan melanjutkan, setidaknya ada lima temuan terbesar dari klinik kecantikan sehingga ditetapkan tidak memenuhi ketentuan. Pertama produk tanpa izin edar. Kedua, produk kosmetik mengandung bahan berbahaya atau dilarang.

Nikita Mirzani Singgung Rizky Irmansyah Lagi, Nama Nyai Dipakai untuk dapat Diskon Klinik Kecantikan Sempat Membuat Cemas, BPOM Pastikan Vaksin AstraZeneca Sudah Tidak Beredar dan Tak Digunakan Lagi Imigrasi Malang Sidak Empat Perusahaan, Antisipasi TKA Ilegal

Sebanyak 180 Rumah Terendam Banjir di Kota Palu 20 Rekomendasi Skincare Korea BPOM yang Aman untuk Merawat Kulitmu Kabar Terbaru Pendaftaran CPNS dari MenpanRB, Simak Ketentuan Berikut Supaya Lolos Seleksi

Rekomendasi Obat Pelangsing BPOM di Apotek, Aman Turunkan Berat Badan Bapenda Ingatkan Wajib Pajak Harus Bayar PBB P2, Ini Syarat dan Ketentuan Bayarnya Ketiga, produk yang sudah kadaluarsa. Keempat, skincare beretiket biru di klinik kecantikan dan kelima injeksi kecantikan.

"Produk yang diaplikasikan seperti obat, tujuannya untuk estetika ini kita temukan. Ini yang lazim terjadi pelanggaran di klinik kecantikan," sambung Irwan. Lebih lanjut, Irwan menyebut pelanggaran di klinik kecantikan terus meningkat setiap tahunnya. "Itu meningkat setiap tahunnya. Malah 2023 sudah mencapai sepertiga temuan di klinik kecantikan tidak memenuhi ketentuan. Ini menyebabkan kita melakukan pengawasan lebih intensif kepada klinik kecantikan," kata Irwan lagi.

Terakhir, Irwan mengungkap jika BPOM saat ini melakukan melakukan supervisi agar tidak ada lagi pelanggaran dari klinik kecantikan. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *