Unair Temukan Ramuan Antidiabetes, Apa Itu Jamu?

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Sukardiman menemukan produk herbal yang berkhasiat obat diabetes. Dilansir dari news.unair.ac.id, produk herbal yang dinamai DIABET-KOL itu mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan RI, hak paten formulasi, dan hak paten merk. Meski begitu, DIABET-KOL masih belum bisa disebut obat diabetes, tapi jamu.

Berbagai upaya penelitian dan pengembangan lanjutan akan terus dilakukan untuk meningkatkan status DIABET-KOL menjadi obat yang terstandardisasi.

Jamu pada dasarnya merupakan jenis ramuan tersendiri yang berbeda dengan obat dan ramuan kesehatan lainnya. Dalam Keputusan Kepala BPOM No HK.00.05.4.2411, jamu disebut sebagai salah satu dari tiga jenis obat bahan alam yang diakui, yakni jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

“Jamu merupakan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik).” Demikian laman farmasi.ugm.ac.is menulis.

Jamu juga campuran dari bahan-bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan. Namun, tidak semua bahan alami yang digunakan untuk keperluan pengobatan bisa disebut sebagai jamu.

Laman farmasi.ugm.ac.id, menyebutkan kriteria yang harus dipenuhi supaya suatu ramuan dapat disebut sebagai jamu:

Selain memenuhi berbagai persyaratan itu, jamu juga tidak boleh melanggar ketentuan. Salah satunya adalah menggunakan istilah farmakologis dalam pemasarannya, seperti jamu untuk diabetes, jamu untuk TBC, jamu untuk hipertensi, dan berbagai istilah farmakologis lainnya.

Hingga kini, banyak merk ramuan kesehatan dengan status jamu. Beberapa yang telah dikenal, antara lain Kuku bima, Pegal linu, Gemuk sehat, Tolak angin, Tuntas, Rapet wangi, Kuldon, Strong pas, dan Tolak Angin.

BANGKIT ADHI WIGUNA | EK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.